Tuesday, September 15, 2026

4:17 AM

 Jubir GAM: Organisasi GAM Tidak Dibubarkan


BANDA ACEH, 15 AGUSTUS 2026 — Juru Bicara
GAM membantah pernyataan Juha Christensen dalam video yang ditayangkan oleh Sagoe TV terkait status Gerakan Aceh Merdeka (GAM) setelah Perjanjian Damai Helsinki 2005.
Juru Bicara GAM menegaskan bahwa organisasi GAM tidak dibubarkan. Menurutnya, proses perdamaian Helsinki berfokus pada pengakhiran konflik bersenjata, penyerahan senjata, dan demobilisasi pasukan GAM sebagai sayap Militer TNA.
“Perdamaian Helsinki bukan berarti pembubaran organisasi GAM ataupun Pemerintah Aceh Merdeka ataupun penghapusan sejarah dan identitas politik Aceh. Yang berakhir adalah konflik bersenjata,” tegasnya.
Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat Aceh agar membaca dan memahami MoU Helsinki secara utuh dan perjuangan panjang Aceh Merdeka, serta tidak menerima tafsiran sepihak mengenai sejarah dan proses perdamaian Aceh.
“Perdamaian bukan berarti berhenti untuk menuju kepada kemerdekaan. Perjuangan politik harus ditempuh melalui jalan damai, dialog dan diplomasi, tanpa kembali kepada penggunaan senjata.”
Juru Bicara GAM menambahkan bahwa cita-cita rakyat Aceh untuk menentukan masa depannya sendiri Merdeka bebas dari Administration Pusat di Jakarta tetap menjadi bagian dari perjuangan politik yang dapat ditempuh melalui proses damai, demokratis dan tanpa kekerasan.
“Bagi GAM, perdamaian berarti mengakhiri perang bersenjata, bukan menghapus cita-cita politik rakyat Aceh. Karena itu, perjuangan politik harus dilanjutkan melalui jalan damai, diplomasi, dialog dan mekanisme politik yang menghormati hak rakyat Aceh untuk menentukan masa depannya Merdeka dari republik Indonesia, tegasnya.
Juru Bicara GAM
Tgk al Jubir
Banda Aceh 23/8/2026
Next
This is the most recent post.
Older Post

0 komentar:

Post a Comment